Milisi Taliban memaksa operator seluler di Afghanistan untuk mematikan sinyal di malam hari. Menurut mereka, sinyal seluler dari operator dapat dimanfaatkan pasukan Amerika Serikat (AS) dan pasukan asing untuk melacak keberadaan dan pergerakan mereka.
Ancaman yang dikeluarkan kelompok militan tersebut cukup serius seperti disampaikan oleh juru bicara Taliban, Zabiullah Mujaheed kepada BBC (26/02). “Apabila perusahaan seluler tidak menghentikan sinyal mereka dalam tempo tiga hari, maka Taliban akan mengebom menara dan kantor mereka.”
Empat operator seluler yang ada di Afghanistan didesak mematikan jalur komunikasi mulai pukul 17.00 - 03.00. Taliban sebelumnya juga pernah menuduh operator telekomunikasi membantu pasukan AS dan pasukan asing lainnya memberikan akses untuk melacak sinyal ponsel para militan.
Seorang ahli komunikasi tidak mengerti mengenai tuntutan Taliban tersebut yang terlalu memaksakan kehendak. Pasukan AS dapat melacak kaum militan tanpa memelukan sinyal seluler karena menggunakan satelit. Belum jelas benar motif tuntutan tersebut, mungkin saja Taliban ingin mengeoperasikan jaringan mereka sendiri dengan menggunakan perangkat micro/pico/femtocell sekaligus membersihkan frekuensi dari para operator lain.
Sumber: The Register

















