Ponsel Sony Ericsson, laptop buatan Sony, serta PC buatan Dell dan HP tercatat sebagai produk-produk elektronik yang memenuhi standar “hijau” lingkungan yang dikeluarkan Greenpeace. Kelompok pecinta lingkungan hidup tersebut mengeluarkan daftar “perusahaan hijau” untuk menggugah para vendor elektronik membuat produk yang ramah lingkungan.
Greenpeace saat ini memfokuskan perhatian terhadap 20 juta – 50 juta ton sampah elektronik yang dihasilkan produsen-produsen elektronik setiap tahunnya. Menurut Zeina Al-Hajj, juru bicara Greenpeace, jumlah sampah setiap 70 jam bisa untuk membangun menara setinggi Eiffel.
Sayangnya hampir sebagian besar orang tidak mengetahui keberadaan sampah tersebut. Lebih dari 75 persen sampah elektronik tidak bisa dilacak pembuangannya, apakah ditanam atau dikirim ke China, atau dibuang ke kutub. Padahal produk-produk elektronik mengandung bahan berracun seperti lead, beryllium, PVC, phthalates dan brominated fire retardants. Penanganan dan penyimpanan sampah tersebut bisa merusak lingkungan dan kesehatan umat manusia.
Untuk mengurangi dampak buruk sampah tersebut, Greenpeace mengajak para produsen elektronik untuk mengurangi penggunaan bahan baku beracun, membuat produk hemat energi, dan mendesain produk yang bisa didaur ulang.
Riset yang dilakukan Greenpeace bertema ‘Searching for green electronics’ dilakukan antara bulan Agustus – November 2007. Greenpeace menyebarkan formulir produk paling ramah lingkungan ke para produsen PC dan ponsel. Produk yang terkumpul kemudian dinilai berdasar empat kriteria: pengguanaan racun kimia, hemat energi, keamampuan daur ulang, dan pemasaran.
Dari 14 perusahaan yang mengirim balik formulir tersebut, terkumpul 37 produk yang dinilai. Sayang sejumlah perusahaan IT dan elektronik besar di antaranya Acer, Apple, Asus, Microsoft, Nintendo dan Sharp, tidak merespon atau terlambat mengembalikan formulir penilaian. Artinya produk konsol game buatan mereka tidak masuk dalam penilaian.
Berdasar penilaian pada kategori ponsel, Sony Ericsson T650i mengantungi nilai tertinggi 5,30. Sementara model ponsel lain hanya mendapat skor antara 3,6 dan 4,4. Pada kategori laptop, Sony Vaio TZ11 memperoleh nilai 5,29, sementara notebook lain hanya meraih nilai antara 3,49 hingga 4,82.
Pada kategori PC desktop, Dell Optiplex 755 dan HP dc5750 mengantongi nilai sama kuat 4,71. Hasil penilaian Greenpeace ditegaskan oleh Yannick Vicaire, salah satu penggagas riset, tidak bisa dijadikan panduan belanja oleh konsumen.
Sumber: Greenpeace



















