China membantah tuduhan yang disampaikan oleh dua anggota majelis AS bahwa pemerintah Beijing telah melakukan pembobolan data atau hacking di sejumlah komputer kongres. China membantah tuduhan tersebut karena jenis kejahatan cyber tersebut belum mampu dilakukan oleh orang-orang China.
“Saya tidak yakin ada teknologi seperti itu di China,” jelas juru bicara Kementerian Luar Negeri China Qin Gang dalam sebuah konferensi pers rutin di Beijing. Pernyataan Qin Gang tersebut disampaikan untuk menanggapi tuduhan anggota kongres AS dari partai Republik Frank Wolf dan Chris Smith.
Wolf menyatakan bahwa empat komputernya telah di-hack sejak tahun 2006, sementara Smith menyebut dua komputernya di komite HAM global juga terkena aksi yang sama pada Desember 2006 dan Maret 2007. Menurut penuturan Wolf dan Smith, pelaku hack adalah beberapa pihak di China karena komputer-komputer yang disusupi hacker berisi informasi tentang para pembangkang politik China. Namun Qin membantah tegas bahwa pemerintahnya dianggap sebagai dalang serangan terhadap data komputer di Amerika Serikat.
Departemen Pertahanan AS atau Pentagon pada rapat tertutup komite Intelijen kongres bulan lalu mengakui adanya jaringan komputer kongres yang telah dibobol atau diserang oleh pihak luar lebih dari 300 juta kali setiap harinya. Menurut Biro Investigas Federal (FBI), beberapa komputer anggota kongres telah diakses oleh pihak-pihak yang menggunakan alamat IP dari wilayah daratan China.
Saat ini China mencapai perkembangan pesat di bidang teknologi informasi. Terdapat 221 juta pengguna internet di China dimana jumlah tersebut menandingi jumlah pemakai internet di AS sebagai jumlah terbesar di dunia.
Sumber: Sejumlah situs




















hhmm … jangan2 cina bakal ngegantiin AS sebagai negara adikuasa …
cheers,
kanabies.wordpress.com