Nokia berencana mencaplok 52 persen saham Symbian, pengembang sistem operasi open source, senilai €264m (£205m). Produsen ponsel asal Finlandia tersebut saat ini telah memiliki 48 persen saham di Symbian.
Symbian yang juga menyuplai sistem operasi untuk Sony Ericsson, Ericsson, Panasonic dan Siemens awalnya menawarkan sekitar 91 persen sahamnya kepada Nokia. Kini proses akuisisi tersebut tinggal menunggu persetujuan dari Samsung Electronics, yang juga memiliki sebagian kecil saham di Symbian.
Menurut Geoff Blaber, seorang analis di CCS Insight, Nokia telah membayar lebih dari US$ 250 juta untuk biaya lisensi Symbian pada tahun 2007. Biaya sebesar US$ 410 juta untuk membeli Symbian dinilai lebih efisien daripada membayar biaya lisensi yang semakin mahal.
Namun sebenarnya masalah besarnya lisensi bukan alasan utama bagi Nokia untuk membeli Symbian. Persaingan dengan platform baru perlu diwaspadai sehingga Nokia perlu untuk lebih serius menggarap pengembangan Symbian OS. Pesaing yang jelas mulai tampak adalah sistem operasi open-source LiMo Foundation dan Google Android.
Bersama dengan Sony Ericsson, Motorola dan NTT DoCoMo, Nokia akan menggabungkan Symbian OS, S60, UIQ dan MOAP(S) menjadi satu open platform seluler tunggal.



















