Harga kamera digital saku lawas semakin memurah dengan munculnya model-model baru yang menawarkan resolusi tinggi. Nah saat inilah waktu yang tepat untuk berburu kamera digital saku. Memiliki kamera digital memang seakan sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat kita. Masalahnya saat ini banyak sekali produsen kamera yang mengeluarkan produk kamera saku ini. Sebut saja Nikon, Canon, Sony, Olympus dan masih banyak yang lainnya. Anda pun dibuat bingung untuk menentukan mana kamera yang bagus, karena setiap produsen menawarkan fitur-fitur yang menarik.
Untuk mengurangi kebingungan manakala akan menebus kamera saku, berikut saya paparkan sedikit tip untuk Anda:
Sesuaikan Dana
Sebelum memilih kamera saku, sebaiknya Anda tentukan dahulu bujet yang ada di dompet. Tidak perlu melirik kamera yang harganya jauh di atas batas uang yang Anda miliki.
Tak Perlu Fanatik dan Ikut-ikutan
Anda tidak perlu terlalu fanatik terhadap satu merk kamera tertentu.Biasanya hal ini karena banyak orang di sekitar Anda yang menggunakan merek A, lantas Anda ikut-ikutan membelinya. Pada dasarnya setiap merk memiliki standar kualitas yang sama dan sebenarnya hasil gambar bukan ditentukan oleh kameranya tetapi terlebih siapa orang di balik kamera tersebut.
Ketajaman Lensa
Ketajaman gambar di dalam sebuah kamera tergantung dari lensa yang digunakan kamera. Pilih kamera yang memiliki lensa buatan pabrik ternama dan terpercaya. Sebelum Anda membeli kamera, mungkin ada sebaiknya Anda mencoba dahulu ketajaman lensanya.
Autofocus
Semakin cepat sebuah kamera mencari fokus saat membidik, tentunya akan mempermudah Anda ketika memotret. Seringkali saat Anda memotret harus beberapa kali menekan tombol Shutter, karena auto fokus yang berjalan lamban.
Fitur
Sebuah kamera tentunya harus memiliki fitur yang dapat mempermudah pemiliknya. Fitur yang wajib dimiliki sebuah kamera saku adalah image stabilizer. Fitur ini mengurangi risiko hasil jepretan foto bergoyang alias blur. Fitur yang lain yang harus dimiliki adalah fitur manual mode : seperti pengaturan manual ISO, atau pengaturan exposure.
Resolusi
Seringkali orang salah kaprah, semakin tinggi resolusi maka semakin baik hasil jepretan foto. Kamera saku berresolusi tinggi (di atas 10 MP)tidak selamanya menghasilkan gambar bagus. Bahkan sebaliknya bisa jadi hasil jepretan malah sering tidak tajam karena sensor CMOS/CCD pada kamera saku yang berukuran kecil. Apabila sensor dipaksa bekerja dengan pixel yang terlalu banyak maka akan menimbulkan efek noise (gambar bintik-bintik) ketika disetel dengan ISO tinggi.
Desain
Bentuk fisik kamera sangat berpengaruh ketika Anda memotret. Pastikan desain kamera yang Anda pilih cukup ergonomis alias nyaman digenggam terutama pada saat menekan tombol shutter. Banyak kasus yang ditemukan gambar menjadi shaking (bergoyang) karena tidak mantap dalam genggaman ketika jari kita menekan tombol Shutter.
Garansi dan Servis
Pastikan kamera saku yang akan Anda beli menyediakan garansi yang menyediakan suku cadang yang tersedia setiap saat. Merek-merek kamera “abal-abal” biasanya tidak memiliki jaringan servis yang cukup banyak dan gampang dihubungi.
Buku Manual
Kebiasaan orang Indonesia adalah mencoba produk dahulu dan ketika menemukan masalah baru mencari di buku manualnya. Nah, sebelum Anda membeli kamera digital, pastikan buku manual (berbahasa Indonesia) ada di dalam bundel penjualannya.



























